![]() |
| Memadamkan api dengan tabung Kimia Powder |
![]() |
| Memadamkan api dengan Fire Blanket |
Tanggal 1 hingga 2 Maret 2017, saya mengikuti acara Forum Komunikasi Media-Humas PertaminaWilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Novotel Hotel, Palembang, Sumatera Selatan. Pada acara ini, selain mendapatkan paparan mengenai bisnis energi di Pertamina, saya dan para peserta lain juga diberi pengetahuan dan mempraktikkan langsung memadamkan api bila kompor gas di kantor atau di rumah meledak.
Ada tiga cara yang bisa digunakan untuk memadamkan api bila kompor gas meledak. Yakni menggunakan tabung APAR, Fire Blanket dan ketiga menggunakan tabung Kimia Powder.
Bila kompor gas di kantor, tempat usaha atau di rumah kita meledak jangan panik.
Langkah pertama sebagai pengamanan larilah dan ambil helm lalu pakai. Sedapat mungkin gunakan juga sarung tangan dan masker.
Saat kompor gas di kantor, tempat usaham atau di rumah meledak. Berikutnya carilah alat yang tersedia untuk memadamkan api di kantor atau di rumah kita.
1. Tabung APAR
Setelah memakai helem, sarung tangan dan masker. Bila kita memiliki tabung APAR, ambil tabung APAR tersebut lalu coba dulu. Cara menggunakan tabung apar tarik atau lepaskan pin pengunci tuas APAR/tabung pemadam. Lalu arahkan selang ke titik yang ingin disemprotkan. Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR/tabung apar. Kalau tabung APAR berfungsi dengan baik maka isinya akan keluar. Setelah tabung Apar diketahui dan diyakini berfungsi dengan baik. Barulah kita bergegas menuju pusat api kompor gas yang meledak. Jangan terlalu dekat dengan api ambil jarak sekitar 1 atau 2 meter. Kemudian perhatikan arah angin. Kita harus berdiri di posisi yang berlawanan dengan angin, supaya tidak tersambar api. Lalu gunakan tabung APAR seperti saat mencobanya tadi. Semprotkan dengan kuat atau sapukan selang APAR ke arah api secara merata sampai api padam.
2. Fire Blanket
Cara kedua menggunakan Fire Blanket atau selimut pemadam api. Kalau tidak punya bisa diganti dengan handuk atau karung goni yang biasanya ada di rumah. Caranya celupkan atau basahi Fire Blanket, handuk atau karung goni dengan air hingga basah seluruhnya. Berikutnya bentangkan di lantai, lalu lipat sedikit dibagian ujungnya. Kemudian berjongkok dan masukkan kedua tangan ke dalam lipatan tersebut lalu angkat sambil berdiri. Berikutnya dekatilah api. Setelah jarak cukup dekat sekitar 1 meter lemparkan Fire Blanket atau handuk, atau karung goni tersebut ke arah api kompor gas yang meledak. Perhatikan posisi jatuhnya handuk. Bila jatuhnya handuk karung goni atau Fire Blanket tidak menutupi semua kompor tarik perlahan hingga tertutup semua dan api padam. Lalu perlahan-lahan tarik blangkit handuk atau karung goni tersebut.
Ingat perhatikan arah angin atau arah kobaran api. Posisi tegak kita harus berlawanan dengan api agar tidak terkena sambaran api.
3. Tabung Kimia Powder
Cara ketiga mengguanakan tabung kimia powder atau bubuk kimia. Tabung kimia powder ini hampir sama seperti tabung apar. Hanya saja ukurannya lebih besar. Cara penggunaannya pun juga hampir sama dengan tabung APAR dan harus dicoba dulu untuk memastikannya berfungsi dengan baik. Cara penggunaannya tangan bagi yang tidak kidal tangan kiri memegang pegangan yang ada di tabung dan tangan kanan memegang tuas penyemprotan di selang lalu angkat. Sebagai uji coba semprotkan sedikit kimia powder dengan menekan tuas penyemprot. Setelah diketahui tabung kimia berfungsi dengan baik. Selanjutnya mendekatlah ke arah api dengan jarak sekitar 1 meter hingga 2 meter. Kemudian tekan tuas selang kimia powder dengan keras semprotkan dengan keras hingga kimia powder keluar dan hingga api benar-benar padam. Bila api belum padam semprotkan lagi hingga api benar-benar padam. Setelah api padam kimia powder akan terlihat mengepul seperti asap.
Saya sendiri memberanikan diri mencoba mempraktikkan cara menggunakan tabung kimia powder itu. Awalnya takut juga tetapi berkat diyakinkan oleh pendamping simulas dari pertamina akhirnya berani juga. Yang penting harus diperhatikan posisi berdiri, cara memegang dan menggunakan alat pemadaman api. Selain itu, mental atau psikologis kita juga harus yakin dan berani kita bisa memadamkan api. (**)
#BloggerBengkulu#
#BloggerBengkulu#


Tidak ada komentar:
Posting Komentar