Pertemuan Komunitas Blogger Bengkulu (Bobe), periode April 2017 dilaksanakan di kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, pada Minggu (30/4). Pertemuan ke-9 ini dilaksanakan bekerja sama dengan Media Centre Pemprov Bengkulu dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bengkulu.
Pada kesempatan ini hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu Yuswani SE MM, Tim Ahli Media Centre Pemerintah Provinsi Bengkulu Rizal Mustari dan Koordinator Tim Media Centre Abdul Kaffi.
Tim Ahli Media Centre Pemprov Bengkulu Rizal Mustari dalam sambutannya menuturkan,''Atas nama Pemerintah Provinsi Bengkulu, kami dari Media Centre mengapresisi dan menyambut baik kerjasama Blogger Bengkulu atau tadi yang disingkat BoBe, uniknya juga namanya dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, yang diprakarsai Dinas Koperasi dan UKm Provinsi Bengkulu. Ibu Yuliswani dan Ibu Milda sebagai Ketua BoBe,'' terima kasih ujar Rizal Mustari.
Menurut Rizal promosi di media digital, salah satunya yang diperankan blogger sangat penting dilakukan. Karena saat ini semua orang tidak bisa lepas dari gadget (handphone). Kemana-mana orang umumnya membawa gadget baik di rumah, ke kantor, bahkan di pesawat pun yang dibawa gadget bukannya media cetak seperti koran.
Produk hasil UKM Bengkulu, baik makanan ataupun olahan lainnya sangat baik dipromosikan di blog, agar lebih dikenal dan pemasarannya leboh meluas. Bukan hanya di daerah saja, karena blog jangkauannya sangat luas.
''Bukan hanya produk UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi saja yang perlu dipromosikan Blogger Bengkulu. Saya rasa organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain pun program dan kegiatannua juga bisa dipromoskan melalui blog,'' imbuh Rizal Mustari yang pernah menjadi penyiar Liputan 6 SCTV era 1990-an ini.Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bengkulu Yuliswani pada kopdar BoBe tersebut, ikut mengajak para pelaku usaha kecil menengah di Bengkulu hadir pula, untuk mengenalkan produknya kepada sekitar 30 orang anggota BoBe yang hadir.
''Kami sengaja membawa pengusaha-pengusaha UKM kita yang ada di Provinsi Bengkulu, dari kabupaten/kota kita. Ada yang dari Bengkulu Tengah yang paling semangat ikut, dari Selupu Rejang, Rejang Lebong, dari Kaur dan lainnya,'' ujar Yuliswani dalam sambutannya.
Yuliswani pun menunjukkan beberapa produk UKM Bengkulu, diantaranya, pisang salai, sirup jeruk kalamansi, dan ikan kering dari Bengkulu Tengah. Dari Kabupaten Kaur ada kerupuk Gurita, Kopi Gubik Putik, merah dan kopi luwak. Kemudian dari Rejang Lebong ada gula semut aren dan dari Kota Bengkulu ada Kerupuk Ikan Belidang dan Emping Melinjo Enggano jenis ratus (yang bentuknya lebih tipis), serta keripik pisang Enggano. Ada lagi sambal cenge, dan air jahe Aulia.
Yuliswani pun mempersilahkan beberapa pelaku usaha yang hadir memperkenalkan produknya pada para anggota BoBe.
Pelaku Usaha dari UKM Bengkulu Begadang, Restu Sayogi menuturkan, ia memproduksi sari Jahe Merah, Minyak kelapa dan minuman pria Mastija telur jahe. Sari Jahe Merah tersebut telah dipasarkan secara rutin ke caffe atau restoran di Jemberana Bali. Selain itu Jahe Merah dipasarkan secara online.
Produk dari UKM Bengkulu Begadang telah mendapatkan sertifikat Majelis Ulama Indonesia dan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan.
''Kalau yang belum kita bantu memproses mendapatkan sertifikat MUI dan izin daari BPOM itu,'' kata Restu.
Sementara UKM dari Bengkulu Tengah Neneg Endarwati menuturkan, mereka memproduksi ikan teri kemasan, induk sirup Jeruk Kalamansi. Bahan baku jeruk Kalamansi dipasok dari petani di Padang Sera Kota Bengkulu. Setiap harinya ia memproduksi sekitar 25 liter sirup Jeruk Kalamansi.
Ada produk luar biasa yang telah diproduksi UKM di Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Yakni pomad atau minyak rambut dengan merek Syar Pomad.
''Star pomad sudah digunakan barber shop (pangjas rambut) ternama di Bengkulu. Bahkan barber shop yang ada di Jambi pun ada yang pakai produk kita. Awalnya kita mendatangi mereka menawarkan Star Pomad ini dan mereka mau menerimanya,'' kata Hendri dari UKM Selupu Rejang, Rejang Lebong.
Star Pomad terbuat dari minyak zaitun dan minyak kelapa asli. Khasiatnya bisa menyuburkan dan menghitamkan rambut.
Selan Pomad, UKM dari Selupu Rejang juga memproduksio sambal cenge. Sambal ini dibuat dari cabai keriting dari Bengkulu Utara. Sambal ini tanpa bahan pengawet, meski begitu bisa tahan hingga 2 bulan lamanya.
Berikutnya Sidaryanto memproduksi olahan ikan Lele asap dan abon ikan tuna. Produk abon terdiri dari 2 varian, abon original dan abon pedas. Abon ini sudah di jual di pertokoan pusat oleh-oleh khas Bengkulu dan di toko kue ternama di kawasan kawasan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu.
Para UKM ini tersebut didampingi konsultan pusat layanan terpadu, Food UKM Provinsi Bengkulu.
''Kami mendampingi para pelaku usaha dari UKM agar produk mereka bisa diterima masyarakat, dikenal dan luas pemasarannya. Salah satunya kita punya Food UKM bidang IT yang tugasnya digitalisasi UMMKM, memasarkan produknya ke dunia digital. Salah satunya melalui kawan-kawan blogger Bengkulu. Kami sangat berharap kerja sama dari komunitas Blogger Bengkulu,'' ujar Direktir Food UKM rovinsi bengkulu Abid Muhammad. (**)
#KopdarBoBeApril2017
#BloggerBengkulu