Senin, 18 Desember 2017

Dukung Batik Besurek Mendunia



Senangnya, diakhir tahun ini 2017 ini, ada event luar biasa yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bengkulu, yakni Karnaval Batik Basurek Internasional. Dilaksanakan dari tanggal 4 sampai 6 Desember 2017. Dengan rangkaian kegiatan menarik, mulai dari fashion show, pameran batik basurek di Bencoolen Mall (BIM), Ngopi bareng kopi asli asal Bengkulu sebanyak 1000 cangkir bersama Walikota Bengkulu Helmi Hasan, SE di kawasan Sport Centre, Pantai Panjang, Kota Bengkulu dan puncaknya karnaval atau pawai mengenakan batik basurek yang dihadiri ribuan orang. Mulai dari pelajar, pegawai, pejabat hingga tamu/undangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR RI).






Menariknya lagi karnavak batik basurek kali ini dihadiri pula oleh para duta besar negara-negara sahabat Indonesia. Salah satunya duta besar Negara Iran yang sudah tiba di Bengkulu dan disambut Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan, SE, pada Minggu (3/12). Para duta besar ini ikut juga mengenakan baju batik basurek dan bergabung mengikuti pawai batik basurek pada tanggal 6 Desember 2017. Wah jadi makin bangga dengan Batik Basurek. Kalau karnaval Batik Besurek berikutnya lebih banyak dihadiri duta besar dan turis mancanegara Batik Besurek bisa mendunia dan saya sangat mendukung itu.

Saat karnaval ribuan orang mengenakan baju batik basurek yang khas dengan tulisan huruf arab gundul beraneka warna dipadu dengan berbagai motif, seperti relung paku, burung kuau dan lainnya yang dipadu dengan Bunga Rafflesia, bunga raksasa yang tumbuh di daratan Bengkulu.
Karnaval dimeriahkan pula dengan adanya karya kreasi busana batik basurek yang indah dan megah. Ada yang membuat baju seperti putri dan raja lengkap dengan mahkota dan tongkatnya. Ada juga yang mengkreasikan barik basurek dengan bunga rafflesia raksasa yang diletakkan di punggung. Luar biasa bagus dan indahnya. Karnaval sendiri mengambil start dari eks kantor walikota Bengkulu di kawasan Simpang Lima-Jalan Suparapto-Masjid Jamik-Jalan Jend. Sudirman dan finish di Lapangan Tugu Merdeka, di depan rumah dinas Gubernur Bengkulu, yang dikena dengan sebutan Gedung Daerah, di kawasan Kampung.


Saat mengikuti Karnaval Batik Basurek, lalu melihat para siswa SMP ramai mengenakan seragam Batik Besurek, Saya pun jadi teringat waktu pertama kali kenal dan belajar membuat batik basurek. Saya sendiri mulai mengenal Batik Besurek waktu duduk di kelas 1 SMP, saya sekolah di SMPN 1 Bengkulu di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bengkulu, sekitar tahun 1994, wow sudah lama sekali ya.
Waktu saya sekolah di SMPN 1 dari tahun 1994-1997, Batik Basurek menjadi mata pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran ini kita pelajari setiap minggunya selama 2 jam. Masing-masing kelas mendapatkan jam pelajaran berbeda dan hari berbeda pula. Dari Senin sampai Sabtu, ada yang pagi dan ada yang siang. Jadi semua siswa Di sekolah saya mendapatkan pelajaran Batik Basurek.
Dalam pelajaran Batik Basurek kami diajari langsung teori dan praktik pembuatan batik basurek. Guru muatan lokal waktu itu Ibu Lamiyah mengajarkan kami sejarah batik besurek, macam-macam motif Batik Besurek, hingga praktik menggambar motif Batik Besurek di buku gambar dan membuat langsung sapu tangan bermotif kain batik basurek. Hal yang paling berkesan saat kelas 3 kami membuat baju seragam batik basurek sendiri. Uniknya baju yang saya dan kawan-kawan buat itu digunakan sebagai seragam perpisahan saat kami lulus dari SMPN 1. Ha ha kebayangkan bagaimana rupa kami waktu itu. Bagi siswa yang melukis motif batik basureknya bagus dan rapi bahu seragam perpisahannya bagus. Nah bagi yang jelek banyak ketumpahan lilin dari canting tulisnya atau saat menggambar motifnya jelek ya baju tentu jelek he he.
Pertama kali membuat batik basurek kami sekelas dan kelas lainnya diminta membuat sapu tangan. Setiap kelompok membeli kain mori kain sekitar 1 untuk membuat batik basurek. Kain mori ini lalu potong-potong seukuran sapu tangan. Masing-masing kami lalu menggambar motif kain besurek di kain mori tersebut menggunakan pensil. Motifnya relung paku dipadu dengan Bunga Rafflesia. Saat menggambar saya dan teman2 tak menemukan kendala meski tak bisa melukis sama sekali. Hasilnya bisa dikatakan lumayan bagus, la iya tinggal mencontoh saja.
Setelah proses menggambar, kami membeli canting sendiri (alat untuk membatik). Harganya yang biasa Rp 1.000 per buah dan Rp 5 ribu per buah untuk yang bagus. Bedanya digagang pemegangnya kalau yang biasa dari kayu biasa yang dicat coklat. Kalau yang mahal gagangnya seperti diukir jadi terlihat lebih bagus. Saya sendiri memilih yang biasa saja, yang harganya murah biar dapatnya banyak he he. Waktu itu saya beli 2 canting sekaligus yang lobangnya besar dan satu lagi yang kecil.
Untuk lilin malam masing-masing kami dibagi bongkahan2 lilin malam berwarna kecoklatan per kelompok. Satu kelompok terdiri dari 2, 3 hingga 4 orang. Biasanya teman sebangku atau segeng he he. Setiap satu kelompok diberi pinjaman masing2 1 unit kompor minyak tanah kecil. Kalau diingat-ingat saat kita praktik membuat batik seperti sedang main masak-masakan.
Saat memasuki tahap mencanting mulailah terjadi hal lucu, kesal, takut bercampur jadi satu. Saat memanaskan lilin malam saja mulai banyak masalah. Lilin yang belum panas keluarnya dari canting tidak terlalu lancar, sementara lilin yang terlalu panas justru banyak mengeluarkan gelombang seperti buih jadi tidak bagus melekat di kain mori.
Mengambil lilin dari kompor yang menyala pun ada tekniknya. Kalau terlalu banyak sampai canting penuh lilinnya bisa tumpah saat mengangkatnya dari kompor atau saat menteskannya dari canting ke motif kain. Sebaliknya kalau terlalu sedikit cepat sekali habisnya, sebentar-sebentar harus memasukan lilin malam lagi dari kompor.
Saya sendiri berganti-ganti teknik dalam mengambil lilin malam dari kompor. Mulanya sedikit-sedikit. Malas harus sering-sering mengambil lilin akhirnya saya ambil sekaligus banyak. Insiden pun terjadi. Lilin malam pun tumpah di kain mori, membentuk garis lengkungan yang cukup panjang. Saya pun panik mencoba menyeka lilin malam itu, tapi apa daya lilin malam cepat keringnya. Garis itu perusak itu pun ikut menjadi motif tak diundang di sapu tangan saya.
Bukan hanya sekedar keterampilan mengambil lilin malam dari kompor ke canting. Proses menuangkan lilin malam dari canting ke motif di kain mori pun butuh kehati-hatian dan keterampilan tangan. Dalam melilin telepak tangan kiri direntangkan memegang kain mori. Sementara tangan kanan memegang canting batik. Menggerakkan canting batik mengikuti alur motif batik yang bergelung-gelung dan penuh lekukan di kain mori lumayan sulitnya. Lilin malamnya ada yang melebar dari motif yang sudah dibuat, ada yang jadinya terlalu besar motifnya dan huruf arabnya ada yang menjadi gendut atau malah jadi langsing, he he.
Setelah proses melilin selesai proses selanjutnya mewarnai. Pewarna kain batik direbus sampai mendidih. Setelah panasnya di rasa cukup lalu kain mori yang sudah diberi lilin malam dicelupkan ke bejana pewarna yang panas betulang-ulang. Dengan cara membentangkannya menggunakan sebilah rotan kecil berukuran sekitar 30-40 Cm. Saat proses pencelupan ke pewarna panas, lilin malam yang melekat pada motif kain mori perlahan-lahan terlepas. Kami hanya membuat batik besurek variasi 2 warna. Warna merah dan putih. Lilin malam yang terlepas dari motif kain mori menjadi warna putih. Sementara yang tidak diberi lilin malam menjadi warna merah. Setelah warna dirasa cukup merata kain mori lalu direndam di dalam baskom berisi air dingin lalu dicuci dan dijemur. Setelah itu tinggal disetrika di rumah sampai rapi, saat mata pelajaran muatan lokal pertemuan berikutnya sapu tangan Batik Besurek buatan masing-masing kami dinilai oleh guru pengajar, setelah dinilai sapu tangannya diberikan pada kami lagi. Saya dapat berapa ya waktu itu,  sepertinya nilai saya 7, lumayanlah jelek enggak bagus pun juga nggak.


//Membuat Baju Batik Besurek Sendiri untuk Seragam Perpisahan


Paska penilaian sapu tangan Batik Basurek karya sendiri, guru mulok menilai kami semua sudah bisa membuat Batik Besurek sendiri. Walaupun hasilnya ada yang bagus dan ada yang super jelek, ha ha.Pada pertemuan berikutnya guru Mulok mengumumkan kami akan membuat baju Batik Besurek sendiri. Baju yang kami buat itu nantinya dipakai masing-masing saat perpisahan kami usai Ebtanas..Sontak suara kami sekelas langsung riuh, saling tertawa membayangkan seperti apa rupa kami nanti memakai baju Batik Basurek buatan sendiri, berkaca dari pengalaman membuat sapu tangan batik besurek yang masih ala kadarnya. Kami nanti memakai Baju Batik Besurek buatan sendiri disaksikan kepala sekolah, para guru dan adik-adik kelas.



Pada pertemuan mata pelajaran mulok berikutnya pembuatan seragam Batik Basurek pun dimulai. Sama seperti saat membuat sapi tangan, prosesnya juga dimulai dengan menggambar motif pada kain mori. Kali ini kain morinya lebib besar dan lebih panjang untuk ukuran baju kemeja lengan pendek sekitar 1,5 meter. Motifnya juga sama huruf arab perpaduan Bunga Rafflesia, bunga khas Bengkulu yang disematkan sebagai julukan Bnegkulu denan sebutan Bumi Rafflesia atau The Land of Rafflesia.
 berpengalaman, saya dan kawan2 pun lebih lihai dalam urusan mencanting. Meski begitu tetap ada saja yang kain morinya ketumpahan lilin malam atau melukis lili malam ya terlalu lebar atau terlalu sempit. Kalau ada yang terjadi seperti ini pasti menjadi bahan tertawaan kami Karena setiap kali terjadi kesalahan dalam mencanting pasti orangnya teriak sambil kaget.
"Nah, adu, ya tumpah," kata teman yang kain morinya terkena tumpahan lilin malam disambut tawa semua teman sekelas.
"Pakailah baju tu nanti, buk buat aturan bagian yang tumph harus dibuatkan untuk baju bagian depan," usul salah seorang teman yang laki-laki sambil tertawa giring.
"Enak saja jangan di depan buk, boleh ganti kain mori yang baru saja, Buk, kami beli sendiri," timpal teman yang kain morinya ketumpahan lilin malam.
"Kain mori ya tidak boleh diganti dan harus kalian sendiri yang membatiknya. Kalau mencantingnya salah atau ada ketumpahan nanti tidak apa dibuat bukan untuk bagian depan baju," kata Bu Guru menengahi seraya menginstruksikan kami kembali fokus membatik.
Mendekati ujian evaluasi belajar nasional (Ebtanas), kami pun selesai mencanting, lalu dilanjutkan dengan proses pewarnaan. Kali ini baju yang kami buat berwarna biru putih. Setelah proses pewarnaan, pencucian, pe jemuran dan setrika. Guru muatan lokal lalu menyuruh kami menjahit kain Batik Basurek kami yang sudah jadi itu ke tukang jahit langganan masing-masing.
Setelah ujian Ebtanas selesai, tibalah saatnya perpisahan yang ditunggu-tunggu tiba. Sekitar semingguan menjelang hari H perpisahan saya tak bisa tidur, he he. Apalagi pas malam besok ya mau perpisahan. Pikiran saya kemana-mana membayangkan komentar sahabat, guru dan adik2 kelas kami saat melihat kami memakai baku batik besurek buatan sendiri.
Di hari perpisahan saya datang ke sekolah menggunakan jasa angkutan kota (angkot) warna kuning. Turun dari angkot di depan Hotel Samudera Dwinka  saya berjalan kaki menyeberang menuju SMPN 1. Di zebra cross saya pun berpasan dengan teman, lalu saling sapa melempar senyum seraya bertanya seputar baju seragam batik yang kami kenakan. Setiba di halaman sekolah suasana makin heboh karena teman-teman sesama kelas 3 termasuk sahabat saya banyak yang nongkrong2 di lapangan upacara bendera. Dari kejauhan teman saya sudah memanggil saya sambil tertawa gembira dan lucu. Setelah berpapasan kami pun saling cerita mengenang proses membatik yang telah kami lalu di sekolah hingga saling bercerita mengenai dimana dan pada penjahit siapa kami menempa seragam untuk perpisahan hari itu. Kegembiraan itu pun terus kami rasakan saat acara perpisahan berlangsung, saat kata sambutan kepala sekolah, hiburan, hingga acara resmi perpisahan selesai dan berlanjut ke sesi foto-foto bersama dewan guru dan teman-teman.



Kecintaan saya pada Batik Basurek terus tumbuh sampai saya dewasa menjadi seorang jurnalis di Bengkulu Ekspress. Saya ingat sekitar tahun 2007 waktu kami masih berkantor di tempat lama, di salah satu rumah toko (Ruko) di kawasan Jalan Jati, tak jauh dari gedung Graha Pena Bengkulu Ekspress sekarang. Kami karyawan belum punya seragam kantor. Saat istirahat siang sambil makan-makan di kantor kami karyawan yang perempuan mengobrol bagaimana kalau kami membuat seragam biar kompak dan semuanya setuju.  Obrolan pun berlanjut mau seragam apa, salah seorang diantara kami kemudian menceletuk bagaimaba kalau Batik Besurek. Seraya sambil pandang lalu tersenyum senang kami pun kompak menyatakan setuju. Belum cukup sampai disitu pembicaraan pun terus mengalir ke warna apa dan bahannya. Banyak sekali pendapat ada yang mematok warna kuning, biru dan warna merah. Ada juga yang ngomong bunga Rafflesinya harus yang besar-besar dan warnanya mesti 3 variasi biar meriah dan semarak. Tak menemukan titik temu akhirnya kami bersepakat soal warna dan bahannya ditentukan dengan langsung mengunjungi toko penjualan Batik Basurek saja nanti mana yang terlihat bagus dan disepakati itulah yang dipilih.
Eksekusi mengunjungi toko Batik Basurek pun dilakukan. Kami memilih penjualan Batik Besurek di kawasan Tanah Patah. Masing-masing kami berpencar melihat, memperhatikan batik basurel yang dipajang di toko itu seraya mengajukan pertanyaan ke pelayan toko mengenai seluk beluk Batik Basurek yang kami ingin tahu. Ternyata Batik Basurek itu beragam bahanmya ada yang katun sampai sutera. Batik Basurek pun ada yang 2 warna, 3 warna bahkan lebih. Batik Besurek pun ada yang batik cap dan ada batik tulis. Batik tulis dan yang varian 3 warna atau lebih lebih mahal harganya.
Begitu merasa menemukan.Batik Besurek yang bagus kami pun langsung menawarkan batik yang kami ke pegang ke kawan-kawan. Lama juga proses memilih Batik Besurek hampir 1 jam lamanya. Maklumlah banyak orang banyak pula pendapatnya. Bagus, tapi nggak cocok kulit saya kan agak hitam, warna merah bagus tapi coraknya terlalu menyala, batiknya bagus tapi nanti susah cari lawa. Bawahannya dan sederet alasan lain. Mesko begitu kami tak menyerah tetap senang mencari Batik Basurek yang cocok, bagus, nyaman dan enak dipandang dan di pakai.
Akhirnya salah seorang rekan, Ilna namanya, menemukan satu kain Batik Besurek warna orange kecoklatan perladuan warna hitam dan kuning dengan motif Bunga Rafflesia dan huruf arab gundul kecil-kecil. Setelah semua memperhatikan batik itu dan dirasa bagus akhirnya kami memilih batik itu sebagai seragam perdana kami. Keesokan harinya kami pun menempakan kain Batik Besurek itu ke penjahit yang lokasinya berdekatan dengan kantor Bengkulu Ekspress. Kami bersepakat model baju yang dijahit pilih saja sesuai selera masing-masing. Saya memilih baju kemeja model leher kera tegak dengan kancing bungkjs tanpa kantong. Teman saya ada yang memilih kere model sanghai, ada yang memilih 2 saku dibagian bawah seperti banyak dipakai pegawai2 pemerintahan. Katanya bukan mau meniru Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi biar bisa mengantongi uang dan handphone. Proses pembuatan baju berlangsung sekitar seminggu lamanya.
Setelah baju Batik Besurek itu selesai dijahit, kami pun bersepakat memakai baju itu setiap hari jumat sama seperti pegawai pemerinth Kota Bengkulu yang menjalankan 6 hari kerja ketika itu.
Begitu kami serempak memakai baju Batik Besurek itu. Karyawan yang laki-laki rata-rata protes. "Lha mana seragam Batik Besurem untuk kami yang laki-laki. Kenapa cuma kalian perempuan yang buat."
"Kami beli pakai duit sendiri ini, sumbangan, baguskan
"Ya ngomong-ngomong dong, kasih tahu kami juga mau tidak apa-apa nuga bayar," timpal teman yang laki-laki.
Ternyata Pak Bos memperhatikan pembicaraan kami dan dia pun nimbrung, sambil mengatakan nanti akhir tahun kantor akan byat seragam untuk karyawan gratis tak perlu iuran seperti yang kami lakukan untuk membuat seragam Batik Besurek yang kami kenakan saat itu.
Semenjak itu, akhirnya Bengkulu Ekspress membuat seragam, meski bukan Batik Basurek. Seragam yang dibuat rata-rata kemeja lapangan. Pertimbangannya salah-satunya, karena rekan-rekan wartawan lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan.

Selain seragam Batik Besurek itu, saya membeli kain Besurek dan menjahitnya sendiri. Karena sering meliput acara-acara walikota yang kadang kala harus mengenakan baju batik. Meski begitu baju seragam batik yang saya buat sama-sama dengan teman-teman perempuan itu yang paling saya sukai. Kalau ada acara penting dan acara besar biasanya saya lebih memilih memakai seragam Batik Basurek coklat itu. Seperti pada acara karnaval Batik Internasional yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bengkulu pada 6 Desember 2017 lalu. Batik itu meski umurnya sudah hampir 10 tahun, tetapi memakainya tetap enak, nyaman dan percaya diri.
Saya memiliki tambahan baju Batik Basurek lain. Baju Batik Besurek berwarna biru yang dibagikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu, saat acara musyawarah nasional (Munas) PWI se-Indonesia, tahun 2010. Acara puncaknya di kawasan Benteng Marlborough dihadiri langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sang presiden juga mengenakan baju Batik Besurek ketika itu.
Meski sekarang saya sudah memiliki koleksi beberapa helai baju Batik Besurek, saya berencana mau membeli Baju Batik Besurek lagi untuk menghadiri acara resmi dan batik besurek yang bisa saya pakai ke undangan keluarga, ataupun teman-teman yang melangsungkan resepsi pernikahan.



 




Kecintaan saya pada Batin Basurek juga saya tularkan ke orang lain. Jadi bagusnya dan indahnya Batik Besurek tidak saya nikmati sendiri dengan hanya memakainya saja Saat ada sepupu dan keluarganya dari Kabupaten Lahat mengunjungi kami di Bengkulu. Sepupu saya Novita dan suaminya Aan saya ajak berjalan-jalan ke pusat penjualan oleh-oleh Khas Bengkulu di kawasan Anggut Atas. Setelah melihat-lihat sepupu saya memilih membeli oleh-oleh puluhan buah gantungan kunci berbahan Batik Besurek untuk keluarga dan teman-temannnya di Kabupaten Lahat. Wah, kerajinan tangan Batik Besurek suda sampai ke Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, lho. Sepupu saya pun memuji Batik Besurek, katanya Batik Besurek  warnanya dan bahannya bagus-bagus dan banyak pilihannya.
Tak sampai disitu saat acara konfrensi nasional (konkernas) PWI pada November 2017 dan Bengkulu sebagai tuan rumah, kami panitia konkernas membawa peserta konkernas se-Indonesia itu melakukan city tour ke kawasan wisata di Kota Bengkulu. Mulai dari Rumah Bung Karno dan Benteng Marlborough. Di kawasan objek ini ada penjualan souvenir Batik Besurek berupa syal, gantungan kunci hingga dompet. Banyak lho peserta Konkernas dari berbagai daerah se-Indonesia membeli pernak-pernik dari kain Batik Besurek itu. Saat kegiatan city tour peserta konkernas itu, ternyata bersamaan dengan adanya kunjungan turis mancanegara sebanyak 200 orang dari negera Perancis. Rombongan kami berpapasan dengan turis dari negara pusat mode dunia itu di Benteng Marlblrough. Mereka semuanya terlihat mengenakan syal terbuat dari Batik Besurek tergantung di leher mereka yang putih dan jenjang. Wah jadi semakin bangga dan semagat mengenalkan Batik Basurek mendukung program Pemerintah Kota Bengkulu menjadikan Batik Besurek mendunia. Kalau hal seperti ini terus digalakkan Batik Besurek menginternasional atau mendunia bukan sesuatu yang mustahil terwujud.



Hanya saja selama beberapa tahun meliput dan mengikuti kegiatan yang bersentuhan dengan Batik Besurek ada beberapa hal catatan saya. Saat ada pameran Batik Basurek bahkan di sentra penjualan Batik Basurek di kawasan Anggut Atas, umumnya Batik Besurek rata-rata hanya tersedia dalam bentuk bahan. Jarang ada dalam bentuk pakaian jadi. Kalaupun ada baju yang tersedia bahan dan modelnya kurang bagus. Jadi pengunjung enggan membelinya. Seperi saat event Bengkulu Ekspo di kawasan Sport Centre pada November 2017, minim sekali penjualan Baju Batik Besurek disana. Justru stand penjualan batik Jawa yang banyak dan paling ramai dikunjungi. Bahkan oleh warga Kota Bengkulu sendiri banyak yang membeli baju Batik Jawa di Bengkulu Ekspo tersebut, dan sayalah salah seorang diantaranya he he. Di stand Batik Jawa itu banyak dipajang baju Batik Jawa dengan aneka warna dan bahan. Bahkan ukurannya pun lengkap mulai dari ukuran s, m, l, xl, bahkan ukutan xxl pun ada. Baju Batik yang disediakan pun bermacan-macam ada daster untuk di rumah, baju untuk ke kantor bahkan ada juga baju untuk ke acara pesta pernikahan. Fantastisnya lagi harga jualnya pun tergolong murah. Baju Batik Jawa dengan aneka corak dan warna, dan jahitan yang rapi serta model kekinian hanya dijual @Rp 100 ribu per potongnya. Meski ada juga harga Rp 150 ribu hingfa Rp 300 ribu. Namun bila dibandingkan dengan harga di toko harga di stand Bengkulu Ekspo jauh lebih murah.  Saya membeli satu baju di sana Rp 100 ribu saja. Sebagai perbandingan saya pernah membeli baju batik Jawa di Mega Mall yang bahan dan modelnya hampir sama dengan banu di stand Bengkulu Ekspo itu harganya Rp 200 ribu itupun sedang ada diskon 50 persen.
Jadi saran saya sebagai pecinta Batik Besurek, hendaknya pembuatan batik besurek lebih divariasikan lagi. Mulai dari varian baju jadinya diperbanyak mulai dari baju untuk anak-anak, baju ke pesta dan baju untuk jalan-jalan. Selama ini sepengetahuan saya baju Batik Besurek jadi yang banyak dijual umumnya bati besurek kantoran. Mungkin karena aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan mengenakan baju Batik Basurek pada hari tertentu setiap minggunya. Tetapi, mereka yang memakai baju batik bagus, umumnya membeli bahan Batik Besurek, lalu mengupahkan penjahitannya ke penjahit langganannya. Jarang yang membeli Baju Batik Besurek yang sudah dijahit langsung.
Saat acara resepsi pernikahan pun begitu. Saat acara resepsi pernikahan minim sekali orang Bengkulu yang memakai baju batik besurek, laki-laki maupun perempuan. Teman saya yang kerap terlibat mengenakan banu batik besurek saat menghadiri acara pernikahan kami saat saya tanya juga membeli bahan dan mengupahkan penjahitnya, tidak membeli baju jadi. Pengamatan saya justru kebanyakan mereka yang datang ke acara resepsi pernikahan memakai baju batik jawa. Tidak heran juga sih, menurut saya hal itu terjadi karena penjualan batik jawa di Bengkulu banyak. Di Pasar Minggu bertingkat, di Pasar Tradisional Modern (PTM), di Pasar Panorama, di Pasar Baru Koto, bahkan di Megamall dan Bencoolen Mall banyak sekali terlihat toko yang menjual Batik Jawa. Berbeda dengan batik besurek di pusat keramaian orang berbelanja fashion itu, batik basurek bisa dikatakan tidak dijual di sana.Mudah-mudahan hal ini turut diperhatikan pelaku pengrajin dan pebisnis batik besurek. Sehingga kecintaan warga Bengkulu hingga turis mancanegara terhadap Batik Besurek semakin tumbuh dan Batik Basurek dipakai pada setiap kesempatan, saat acara resmi, saat santai, jalan-jalan hingga ke acara resepsi pernikahan. (**)

Bengkulu, Minggu, 17 Desember 2017

Artikel ini untuk menjawab tantangan
#nulisserempak  dari
#bloggerbengkulu
#wonderfullbengkulu2020





Selasa, 31 Oktober 2017

Nikmatnya Makan Nasi Goreng Dengan Lauk Salimah Food


Saya suka sekali sarapan pagi dengan menikmati nasi goreng. Sayangnya cepat sekali bosan, malas makan nasi goreng terlalu sering. Karena lauknya itu-itu saja, paling-paling telur atau ayam, ditambah tempe atau sayur sedikit.
Padahal nasi goreng itu enak sekali. Pengen juga makan nasi goreng dengan lauk ikan, tetapi kalau mau masak ikan pas pagi hari pasti tidak sempat lagi. Karena harus buru-buru berangkat kerja. Membersihkan ikan repot butuh waktu yang lumayan lama. Jadinya kalau sudah bosan makan nasi goreng dengan lauk telur atau ayam akhirnya saya tidak sarapan di rumah.




Itu cerita dulu, sekarang tidak lagi. 
Dengan adanya kehadiran Salimah Food di Bengkulu. Saya dan semua warga Bengkulu bisa menikmati lauk ikan dengan cepat dan praktis. Dengan menu olahan ikan yang diproduksi Salimah Food.
Olahan ikan Salimah Food praktis sekali. Sudah dipotong kecil-kecil jadi tidak perlu memotong kagi. Memasaknya tinggal buka bungkusnya lalu goreng dalam wajan di atas kompor. Cukup panaskan beberapa menit saja, sampai olahannya berwarna kuning keemasan lalu angkat dari wajan dan tiriskan. Tinggal letakkan di piring dan nasi goreng gulai ikan pun bisa langsung dinikmati.




Menariknya lagi produk Salimah Food bukan hanya olahan ikan, tapi masih  banyak juga olahan sea food lainnnya. Mulai dari  Salmon Roll, Tuna Roll, Siomay, Keong Mas, Tahu Bakso, Kaki Naga Ikan, Sambosa, Ekado, Udang Gulung, lumpia, otak-otak bulat, kaki naga udang, otak-otak panjang, nugget ikan, kekian, bakso ikan, fish stick, bakwan ikan Jadi banyak pilihannya tinggal pilih saja sesuai selera.

Olahan ikan Salimah Food bisa juga dikreasikan dengan makanan yang lain seperti jadi menu makan siang, menjadi garnis makanan atau dijadikan cemilan pun juga enak.







Salimah Food Olahan ikan praktis halal sehat lezat Cara sehat ibu hebat dalam memasak. Nah Salimah food bukan hanya digoreng saja loh untuk menikmatinya, bisa juga direbus menjadi makanan berkuah dan bisa pula dipanggang bagi yang suka. 





Berikut petunjuk cara memasak Salimah Food

1. Goreng
Panaskan minyak goreng hingga 150 C, goreng dalam minyak selama 2-3 menit hingga coklat keemasan

2. Panggang
Gunakan tusuk sate agar mudah dipanggang. Bolak-balik di atas panggangan hingga berwarna keemasan

3. Rebus/kuah
Rebus dengan air mendidih selama 5-7 menit, jangan sampai mengembang. Dapat disajikan dengan sayuran segar sea food atau mie

(Penggunaan microwave panaskan seseuai petunjuk ya)


Salimah Food terbut dari bahan-bahan yang aman untuk kesehatan dengan komposisi: daging ikan, tepung tapioka, sayuran, rempah-rempah.  Selain itu, Salimah food tidak menggunakan bahan pengawet.
Supaya tahan lama sebaiknya Salimah Food disimpan dalam kukas, simpan beku dengan suhu  -18 derajat celcius. Kalu bungkusnya sudah dibuka sebaiknya dimasak semua.



 Salimah Food cocok untuk semua kalangan umur, mulia dari anak-anak, remaja hingga dewasa. 

Salimah Food makanan halal sudah bersertifikasi halal dari MUI No: 0103142090709 dan teerdaftar di Dinkes P-IRT No: 206327601260.  


Bagi yang mau mencoba dan membeli Salimah Food dapat mengajukan pemesanan ke  Hermansyah , salimah food dg alamat Jl. Beringin No 65 A RT. 6 RW 02 Padang Jati (Rumdin Kehutanan Depan Golkar Kota Bengkulu)
Wa/ hp 081539222225


Bagi yang penasaran Salimah Food ini buatan siapa dan sejak kapan ada di Bengkulu, ini dia informasinya

Salimah Food diproduksi oleh CV. Sakana Indo Prima Untuk Pt. Salimah Prima Cita (SPC), Jakarta.  Salimah Food Bengkulu sendiri berdiri April 2016

Pengurus: 
Manager: Ketua Departemen Ekonomi Salimah ( Hj. Sri Sujiati, B.Sc)
Sekretaris Yuvita Sari
Manager Pemasaran : Hermansyah, SE
Bendahara: Hj. Rosi Handayani, SKM

Pengelola SF Kota Bengkulu Rahmawati
BU Hj. Rosi Handayani, SKM
Mukomuko : Safnizar, S.Hut
Rejang Lebong : Halimah, S.Pd
Lebong : Marwiyah, M.Pd
Kepahiang: Sinar Nilawati, M.Pd
Benteng: Nazillah  Fathoni, MM
Seluma: Hj. Sri Sujiati, B.Sc
BS : Kusmi Yanti, M.Pd
Kaur : Rita Sari, M.Pd

Informasi ttg salimah food  dapat di: salimahprimacita.com ini yg di pusatnya

Sosial media
Instagram
@salimahfoodbengkulu
Fanspage
Salimah Provinsi Bengkulu


#LombaBlogSalimahFoodBengkulu
#SalimahFood
#SalimahBengkulu




Senin, 30 Oktober 2017

Datang ke Bengkulu, Pastikan Kamu Mencicipi Produk Unggulan Provinsi Bengkulu Ini



Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini sedang giat-giatnya menggalakkan program wisata, dengan mengambil tajuk Bengkulu Wonderful 2020.
Selain terkenal sebagai wisata kota sejarah dan objek wisata yang sangat indah yang ada di setiap 9 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bengkulu. Mulai pantai, gunung, sungai, danau, kebun teh, kopi dan kebun bunga. Bengkulu juga memiliki 4 produk unggulan agronomi dan maritim yang sayang dilewatkan. Empat produk unggulan Provinsi Bengkulu ini, antara lain,  Jeruk Gerga, Jeruk Kalamansi, Pisang Curup dan Udang Vaname.

Nah bagi kamu-kami yang datang atau berwisata ke Bengkulu, selain menikmati objek wisata pastikan kamu juga mencicipi 4 produk unggulan Bumi Rafflesia ini ya.

Penasaran seperti apa 4 produk unggulan yang sudah menjadi penyokong perekenomian masyarakat Bengkulu ini.
Yuk simak ulasannya berikut ini. Sumber, http://bengkuluprov.go.id

1. Jeruk Gerga

Foto: balijestro-Kementerian Pertanian

Jeruk Gerga ini kalau di Bengkulu dikenal dengan nama Jeruk Lebong, karena memang jeruk ini tumbuhnya dan banyak dikembangkan di Kabupaten Lebong. Jeruk Gerga lebih subur ditanam di daerah dataran tinggi seperti di Kabupaten Lebong, salah saru kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.Jeruk ini sudah di suport Pemerintah Kabupaten Lebong dan menjadi komoditi unggulan Kabupaten Lebong yang terkenal dengan jargon Bumi Swarang Spatang Stumang.
Jeruk Gerga buahnya besar hampir mirip dengan jeruk bali, tetapi warna dan struktur daging buahnya berbeda. Kalau Jeruk Bali saat buahnya sudah masak warna kulitnya hijau kekuningan dan daging buahnya berwarna merah muda. Jeruk Gerga warnanya orange menyala dan dagingnya lebih tebal dengan rasanya yang sangat manis. Uniknya lagi, kalau buah lain biasanya lebih enak dimakan saat baru dipetik karena masih segar. Jeruk Gerga justru lebih enak setelah dipetik disimpan dulu beberapa hari maksmal seminggu, baru dimakan rasanya justru semakin enak.
Untuk mendapatkan jeruk gerga kamu nggak perlu jauh-jauh harus ke Kabupaten Lebong menempuh perjalanan 2 jam menggunakan kendaraan roda empat. Jeruk gerga ini sudah bahyak di jual di mall atau pasar-pasar tradisional di berbagai kota/kabupaten Provinsi Bengkulu.

2. Jeruk Kalamansi
Foto: net

Jeruk Kalamansi bentuknya imut-imut bulat kecil, orang banyak mengenalnya dengan nama jeruk kunci. Warnanya hijau dan ada juga yang kekuningan dengan rasa asam yang khas. Tapi menikmati jeruk kalamansi bukan langsung mencicipi buahnya. Di Bengkulu saat ini sudah dibuat olahan jeruk kalamansi berupa sirup kalamansi.
Sirup kalamansi rasanya manis dan segar. Sangat cocok kita minum sehabis beraktivitas seperti usai jalan-jalan mengunjungi objek wisata Bengkulu.
Sirup kalamansi ada 2 jenis ada yang siap minum dan ada juga sarinya saja.
Sirup Kalamansi sudah banyak dijual di mal-mal di Provinsi Bengkulu, serta warung-warung makan di Bengkulu.
Pembudidayaan jeruk kalamansi ini berawal dari program mantan Wakil Presiden Budiono pada tahun 2009,  yang meminta disetiap desa ada satu produk unggulan. Akhirnya di kawasan Keluarahan Padang Serai, Kota Bengkulu ditetapkan sebagai sentra jeruk kalamansi. Jeruk ini ditanam dan diolah menjadi sirup oleh masyarakat setempat, selain di Kota Bengkulu, jeruk ini juga dikembangkan di Kabupaten Bengkulu Tengah.

3. Pisang Curup

Foto: maudsini.com

Pisang curup ini bentuknya hampir sama seperti pisang ambon, tetapi lebih kecil. Pisang curup  rasanya lebih manis dan lebih empuk. Pisang ini sudah bersertifikasi aman dikonsumsi tidak mengandung bakteri apapun yang bisa membahayakan kesehatan tubuh kita.
Pisang Curup biasanya banyak dijual di sepanjang pinggutanb jalan lintas Bengkulu-Sumatera oleh masyarakat yang membudidayakan pisang curup.

4.Udang Vaname

Foto: Agrowindo

Udang vandame ini banyak dibudidayakan melalui usaha tambak di kawasan Bengkulu Tengah. Udang Vaname bentuknya lebih kecil dari udang windu atau udang lainnya. Udang ini warnanya agak kecoklatan. Kalau dimasak rasanya lebih gurih, empuk dan lebih enak.

Nah sudah tahukan dengan empat produk unggulan Provinsi Bengkulu. Daripada penasaran dengan rasa keempat produk diatas, yuk berwisata ke Bengkulu mengunjungi objek wisata sejarah dan pemandangan di Bengkulu sambil menikmati buah dan udang andalan kebanggan masyarakat Bengkulu. (**)

Bengkulu, 31 Oktober 2017

#bimtekblogdiskominfotikBKL
#Produkunggulanbengkulu
#bloggerbengkulu
#bengkulu

.




Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Ngeblog Sejak Sekarang, No 3 Bisa Buat Kamu Kaya



Kita semua tentu sudah tidak asing dengan internet dan sudah menjadi pengguna internet. Dengan memiliki media sosial mulai dari Facebook, Instragram atau Twitter. Daripada sekedar membuat status atau memposting foto atau berdebat di media sosial. Lebih baik kita mempelajari bagian internet lainnya, yaitu blog. Yuk kita menjadi blogger sejak sekarang. Banyak keuntungan dan manfaat yang bisa kita dapattkan dengan menjadi blogger.


Nah ini dia alasan yang membuat kita bersemangat menjadi blogger.

1. Menambah ilmu dan wawasan
Dengan menjadi bloggger banyak ilmu dan wawasan yang kita dapatkan. Karena untuk menuliskanatau mempostingg foto atau video di blog kita harus ttahu caranya, dan dari sana kita akan mempelajari seluk beluk tentang blok. Disamping itu, kita juga akan rajin berkunjung ke blog orang lain yang berisikan artikel tentang sesuau yan lebih bermanfaat dari pada mengunjungi media sosial orang lain seperti Facebook atau Twiter orang lain yang umunya hanya berisi status kekinian mereka

2. Sebagai aktualisasi diri
Melalui blog kita bisa menuangkan ide yang ada dalan pikiran kita, baik itu mengenai pengalaman, tips, perjalanan wisata dan lainnya

3. Menghasilkan Uang
Ini dia manfaat yang paling enak kita rasakan dari menjadi blogger, blog bisa menghasikkan uang.
Dengan mereview produk, menjadi buzzer menginformasikan artikel atau foto produk unggulan tertentu atau kita bisa menerima iklan di blog kita, dengan memasang banner promosi atau iklan lainnya.
Tentunya untuk menghasilkann uang kita harus sering mempublish tulisan, foto atau video. Selain itu, pengunjungh atau visiter di blog kita juga harus banyak.

Nah terkait optimalisasi  Blog, Dinas  Komunikasi  Informasi dan Statiska Provinsi Bengkulu, mengapresiasi keberadaan komunitas Blogger Bengkulu. Dengan menggelar bimbingan teknis pembuatan blog bagi aparatur dan masyarakat di Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Rafles City, Kota Bengkulu, selama 2 hari dari 30 sampai dengan 31 Oktober 2017.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Komunikasi Perhubungan Komunikasi dan Statistika Provinsi Bengkulu Edi Prawisnu SH MHum dalam sambutannya menuturkan, "Hampir 90 persen kalangan pelajar SMP hingga SMA Bengkulu, mahasiswa dan masyarakat umum sudah  mengenal internet. Potensi ini sangat bagus bila mereka dikenalkan dengan membuat blog, dibandingkan hanya menggunakan media sosial seperti facebook yang lebih cenderubg digunakan untuk bertukar foto, membuat status atau menshare informasi yang masih diragukan kebenarannya."
Blog, kata Edi, sangat banyak manfaatnya sebagai sarana untuk menambah wawasan,  sarana mendapatkan informasi, sarana aktualisasi diri dengan mempublikasikan ide tulisan atau video dan bisa pula menghasilkan uang.
"Untuk menghasilkan uang tentu saja blog harus memiliki banyak pengunjung atau visiter dan postingan dalam blog harus bagus. Untuk itu Diskominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu melaksanakan pelatihan penulisan blog, agar tulisan blog para blogger di Bengkulu bisa lebih bagus sehingga bisa mempromosikan Bengkulu melalui blog," kata Edi.
Menurut Edi, blog pun bermanfaat bagi aparatur untuk pengelolaan informasi berkenaan dengan pemerintah berbasis teknologi.
Ketua Pelaksana Kegiatan H Puthut Eko Pramono MSi menuturkan, bimbingan teknis pembuatan blog diikuti aparatur lembaga Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Komunitas Blogger Bengkulu, berjumlah sekitar 40 orang. Bimtek pembuatan blog lali ini periode angkatan V. Bimtek dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan web blog agar bisa menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab.
Bimtek terselenggara atas kerja sama Diskominfotik, Telkom Bengkulu dan Modhe Com Bengkulu. Dengan menghadirkan nara sumber dari Komunitas Bengkulu dan Dari Diskominfotik Provinsi Bengkulu.
Adapun materi yang disampaikan antara lain, teknis menulis di media, teknis pembuatan sosial media dan blog, penulisan blog produk unggulan dan pemaparan lima program prioritas Gubernur Bengkulu, serta produk unggulan Provinsi Bengkulu.
Menariknya lagi dalam kegitan Bimtek ini, dilakukan lomba penulisan blog dan fto live event bimtek. Dengan door prize  menarik berupa kipas angin, power bank, beserta hair dryer dari sponsor. Tersedia pula hadiah tabungan bagi pemenang lomba penulisan blog. (**)

Bengkulu, 30 Oktober 2017

#bimtekblogdiskominfotikBKL
#bloggerbengkulu
#bengkulu

Selasa, 24 Oktober 2017

Ini Manfaat Yang Bisa Kamu Dapatkan Saat Menggunakan Beauty Water







 

Sebagai seorang yang kerap bekerja di lapangan dan ruangan ber-AC (Air Conditioner). Saat berada di luar ruangan, khususnya pada siang hari wajah saya terasa sangat gerah, karena terpapar matahari.
Di tambah lagi debu di jalanan dan asap kendaraan motor dan mobil saat dalam perjalanan.
Saya semakin merasa tidak nyaman karena jenis kulit wajah saya tergolong berminyak, membuat jerawat cepat sekali muncul.

Ketika di bekerja di ruangan ber-AC pun saya merasa memiliki masalah. Ruangan ber-AC membuat kulit terasa kering.

Selama ini saya mengakalinya dengan membawa perangkat sabun muka kemana-mana. Dengan selalu menyimpannya di dalam tas atau di jok motor. Masalahnya mencuci muka terlalu sering ternyata tidak bagus juga untuk kesehatan kulit wajah. Akhirnya saya hanya membasuh muka dengan air putih biasa yang ada di kamar mandi kantor atau air kemasan yang saya beli di warung. Tentu saja hasilnya tidak maksimal untuk menghilangkan kotoran di wajah dan untuk melembabkan kulit wajah.

Beauty Water 9BW) Facial Spray

Sampai suatu ketika saat mengikuti kelas blogger dari komunitas Blogger Bengkulu, saya diberitahu ada produk yang bagus sebagai spray wajah yang jenisnya juga air, cocok untuk saya yang sering membasuh muka, yaitu Beauty Water (BW) Facial Spray produksi Kangen Water.  BW kemasannya sangat bagus seperti botol parfum jadi enak dan gampang membawanya. Selain itu cara menggunakannya juga praktis tinggal disemprotkan sama seperti menggunakan parfum.

Saya pun penasaran dan tertarik ingin mencoba BW Facial Spray. Sesaat setelah saya menyemprotkan BW Facial Spray muka terasa segar dan lembab. Beraktvitas pun menjadi semangat lagi. Melihat saya menggunakan BW Facial Spray, teman kantor saya pun bertanya, produk apa yang saya pakai untuk apa kok disemprot ke muka. Setelah saya jelaskan diapun mau mencoba menggunakan BW Spray Water juga. 

Hal itu tidak terlepas dari kandungan yang ada dalam BW Facial Spray. BW mengandung 100% air murni tanpa zat tambahan dengan kualitas PH 5,5-6,5, sedangkan SA mengandung PH dibawah 2,7.
BW memiliki sertifikat lengkap, salah satunya direkomendasikan dari Kementerian Kesehatan Jepang, untuk masalah kecantikan, jerawat dan lain-lain.
Kandungan anti oksidan yang tinggi berfungsi untuk radikal bebas, memperlambat penuaan (anti aging). Molekul air berukuran mikro (lebih kecil dari nano spray) sehingga lebih mudah
diserap oleh kulit, benar-benar masuk kedalam sel wajah yang paling dalam dan efektif
membersihkan bakteri 2 yang ada di dalam kulit.



Cara penggunaan BW Facial Spray ini pun sangat mudah:


1. Semprotkan pada wajah sampai meresap dengan sendirinya
2. Digunakan sesering mungkin setelah membersihkan wajah atau sebelum tidur
3. Semakin sering menggunakan BW hasilnya semakin maksimal
4. BW dan SA bukan untuk memutihkan wajah, tetapi mengembalikan wajah/kulit ke kondisi awal secara maksimal.

BW boleh dibilang perawatan kulit yang bermanfaat untuk
1. Mencerahkan kulit
2. Mengencangkan kulit wajah
3. Sebagai pelembab dan mencegah kekeringan kulit
4. Mencegah penuaan
5. Mengangkat flek-flek hitam
6. Melindungi kulit dengan mempertahankan ph normalnya
7. Mencegah infeksi bakteri, menjaga agar fungsi kulit tetap normal
8. Bisa digunakan untuk perawatan rambut



Bengkulu, 25 Oktober 2017

#Kelasblogger3
#TDABengkulu
#Bengkulu
#Lomba TDA
#LombablogprodukTDA

Minggu, 27 Agustus 2017

Central Elektro, Sentranya Penjualan dan Perawatan AC





Berada di ruangan sejuk dan segar tentunya sangat enak dan nyaman. Di kantor, bank, mall, hotel atau di rumah sendiri. Tentunya ruangan yang sejuk dan segar tidak terlepas dari peran yang namanya Air Conditioner (AC). Berbicara mengenai AC, pada Minggu (20/8/17), komunitas Blogger Bengkulu (BoBe) berkesempatan melaksanakan kelas blogger di Central Elektro di Jalan P. Natadirja No 37 Km 6.5 Kota Bengkulu. Perusahaan yang bergerak khusus pada penjualan dan perawatan AC dan saat ini sudah menjadi sentra penjualan dan perawatan AC paling berkualitas di Provinsi Bengkulu.



Sebuah kejutan Owner Centra Elektro, Undang Sumbaga tidak hanya memfasilitasi tempat usahanya sebagai lokasi Kopdar BoBe. Lebih dari itu, dia berkenan memaparkan secara gamblang mengenai seluk beluk bisnis yang ia geluti sejak 1 April 2015 tersebut.
Nah berikut ulasan mengenai keberadaan Central Elektro Bengkulu.













Kamis, 18 Mei 2017

Gula Semut Aren Khas Rejang Lebong Bengkulu Berkhasiat untuk Kesehatan

Bagi orang yang suka menyantap aneka makanan dan minuman. Terlebih bagi yang hobi memasak, baik gulai ataupun kue. Tentunya sangat kenal dan membutuhkan pemanis. Seperti diketahui pemanis makanan atau minuman tidak hanya dengan menggunakan gula pasir semata. Bisa juga menggunakangula aren. Tentunya hanya gula aren berkualitas sajalah yang bisa membuat makanan dan minuman menjadi nikmat rasanya.

Nah Provinsi Bengkulu memiliki produksi gula aren berkualitas. Rasanya lezat,
hebatnya lagi sangat berkhasiat untuk kesehatan dan bisa pula untuk menambah
stamina. Yakni Gula herbal cap Gula Semut Aren khas daerah Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Gula semut aren yang dapat digunakan secara luas untuk makanan dan minuman, serta menjaga kesehatan ini, terbuat dari bahan baku gula aren pilihan 100% Arenga Sugar, berwarna kuning atau merah bata, kering bermasir.

Zalmi: Gula Semut Aren bisa digunakan untuk pemanis teh



Kegunaannya bisa dijadikan sebagai pemanis kopi, teh, susu, bandrek, jamu, herbal drink, kue, martabak, dodol, bubur, cendol, pecel, rujak dan lain-lain.
Gula semut aren ini berkhasiat untuk pengobatan mereka yang terkena penyakit
diabetes,dan maag. Selain itu juga bisa digunakan untuk menjaga dan menambah stamina tubuh. Sangat cocok bagi para olahragawan yang selalu berlatih atau bertanding dengan membutuhkan energi yang ekstra.
Kandungan gizi yang terdapat dalam gula aren semut ini antara lain, protein 0,1% /100 gr, mineral positif,  kalsium 1,2 Mg/100 gr, magnesium 0,3 Mg/100 gr, kalium 0,1 Mg/100 gr, serta mengandung Galatosa yang diperlukan tubuh.
Pembuatan dan proses pembuatan gula semut aren menggunakab model pengolahan 5P. Yaitu pengirisan,pengeringan,penggilingan, pengayakan dan pengemasan.
Gula semut aren ini diproduksi oleh "SARI AREN" beralamat di Jalan Pramuka No. 05 Simpang Macang Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Gula semut aren ini telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan nomor LPPOM MUI: 11120931207. Gula semut aren  ini pun juga telah mendapat izin edar dari Dinas Kesehatan dengan PIRT No. 209170210123210. (**)

Bengkulu, 18 Mei 2017

Senin, 15 Mei 2017

Yuk, Jelajahi Sungai Musi, Wisata Andalan Palembang

Zalmi: Sungai Musi dengan jembatan Ampera di atasnya sebagai ikon Kota Palembang, Sumatera Selatan



Kota Palembang yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan, selain terkenal dengan Pempek sebagai makanan khasnya. Juga terkenal dengan keberadaan Sungai Musi. Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan, seberang ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sungai yang membentang  sepanjang 750 meter dan kedalaman 17 meter ini merupakan sungai terpanjang di kawasan Pulau Sumatera. Yuk kita  jelajahi Sungai Musi yang diatasnya berdiri Jembatan Ampera yang melengkapi ikonik Kota Palembang ini.
Untuk menjelajahi Sungai Musi bisa menggunakan perahu yang banyak disewakan warga setempat. Selain itu, Pemerintah Kota Palembang menyediakan Kapal Motor (KM) Putri Kembang Dadar berkapasitas 120 orang penumpang. Pada kesempatan ini kita menjelajahi Sungai Musi dengan KM Putri Kembang Dadar. Kapal ini terdiri dari dua tingkat. Memiliki fasilitas 1 unit kamar kecil di bagian belakangnya, yang dibedakan untuk laki-laki dan perempuan dengan pintu masuk yang posisinya saling berseberangan. Ada juga musollah kecil tempat salat yang memuat 1 hingga 2 orang saja di bagian depan pesawat.
Di lantai bawah atau lantai pertama terdapat kursi untuk penumpang. Di sini juga tersedia organ tunggal untuk hiburan bagi penumpang dan bagi yang ingin bernyanyi.
Disaat kapal melaju menyisiri sungai musi dengan pelan penumpang dapat melihat sungai musi dengan jelas dari kaca yang terletak di sisi kanan dan kiri kapal. Bila ingin melihat pemandangan Sungai Musi serasa di alam terbuka penumpang bisa menuju ke bagian belakang kapal yang tak berdinding sama sekali. Di sini penumpang bisa melihat pemandangan Sungai Musi dengan jelas sambil duduk atau berdiri sambil berpegangan pada pagar kapal. Selain di bagian belakang penumpang juga bisa melihat pemandangan Sungai Musi secara terbuka dengan naik ke bagian atap lantai 2 kapal. Di bagian atas ini terdapat meja dan bangku yang di susun sedemikian rupa sehingga penumpang bisa bersantai sambil menikmati pemandangan Sungai Musi yang indah dan unik.

Zalmi: Pemandangan rumah warga di pinggiran Sungai Musi








Di sepanjang pinggir Sungai Musi kita bisa melihat rumah rakit, khas rumah warga di Sungai Musi.   Di sungai sendiri kita dapat menyaksikan perahu yang dinaiki warga setempat. Sesekali terlihat pula kapal tanker berukuran besar maupum kecil pembawa batu bara atau minyak melintas. Di seberang Sungai Musi lainnya  kita bisa menyaksikan benteng bersejarah yang diberi nama Benteng Kuto Besak. Kuto artinya dinding dan besak artinya besar. Benteng tang dibangun pada 1987 ini konon dikisahkan pembangunannya tidak menggunakan semen tetapi menggunakan putih telur sebagai perekat material bangunan. Di benteng ini juga di bagun tugu ikan Belido (Belida). (**)

 Benngkulu, 16 Mei 2017